EnglishIndonesian

Seminar GeoSpasial

EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS OPERASIONAL UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN DAERAH MELALUI TEKNOLOGI GEOSPASIAL

seminarDalam era modern saat ini kebutuhan akan informasi menjadi prioritas utama dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Demikian halnya kebutuhan akan informasi geografis yang saat ini sangat dibutuhkan baik oleh instansi pemerintah maupun swasta di berbagai bidang kegiatan. UU No.4/2011 Tentang Informasi Geospasial semakin mengukuhkan informasi geografis sebagai posisi yang sangat vital dalam penyelenggaran Negara Indonesia dan kegiatan lain non kenegaraan yang berkaitan dengan informasi spasial.

Pemanfaatan teknologi geospasial di Indonesia masih belum optimal. Padahal jika dimanfaatkan dengan baik dan disinergikan dengan seluruh data yang ada di berbagai lembaga terutama instansi-instansi yang ada di daerah, teknologi ini akan mampu meningkatkan potensi pendapatan dari sektor pajak. Untuk itu perlunya terus mensosialisasikan mengenai teknologi geospasial supaya efisien dan efektif. Karena pada saat mengharapkan peningkatan dari sektor PBB misalnya, ada banyak masalah yang terjadi, ada objek pajak yang tidak ada wajib pajaknya, atau ketika wajib pajak menyetorkan ke Departemen Keuangan, data yang diterima tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Dan ini terjadi di semua daerah”. Sekitar 26 kementrian/ lembaga/ Pemprov/ Pemkot/ Pemkab di Indonesia yang memanfaatkan Teknologi Geospasial. Kendala SDM dan kesiapan data di daerah menjadi kendala utama dalam pemanfaatan teknologi geospasial.

seminar2Pemerintah kota Surabaya sudah mulai memanfaatkan, Aceh tengah, dan Bandung juga akan mulai menggunakan pada Januari 2015. Sehingga pengelolaan informasi berbasis kota bisa digunakan Pemerintah kota untuk perbaikan dan peningkatan berbagai hal, termasuk salah satunya pendapatan pajak.

Dengan teknologi Geospasial yang terpadu, bisa memudahkan secara operasional dengan akurasi data yang tinggi. Melalui sebuah alat, seluruh data bisa diolah untuk kemudian diproses hingga terlihat lokasi-lokasi mana yang bisa menjadi objek pajak. Data ini diolah, disimpan dalam storage, diproses, direkam dan disebarluaskan, Ada berapa potensi pajak dari PBB dengan mudah bisa diketahui dan berapa yang harus disetorkan.

Dengan penggunaan teknologi geospasial ini, bisa memotong berbagai proses birokrasi. Dalam perizinan misalnya, yang tadinya bisa berbulan-bulan, dengan teknologi ini hanya beberapa jam saja. Tidak perlu survey lagi, misalnya pakai data dari BPN, tidak perlu biaya survey, efisiensi, lebih cepat. Karena dengan data ini semua instansi berbagi data.

seminar3Informasi seputar seminar dapat diakses melalui:

BANDUNG, Pikiran Rakyat Online http://www.pikiran-rakyat.com/node/301041

Detikcom,  http://m.detik.com/news/read/2014/10/16/151827/2720761/486/pemanfatan-teknologi-geospasial-belum-maksimal-dongkrak-pad

Bandung.bisnis.com, http://bandung.bisnis.com/m/read/20141016/34231/519146/penerapan-teknologi-geospasial-diklaim-mampu-bantu-efisiensi-biaya

Dalam acara ini, dipaparkan solusi berbasis SIG Terpadu untuk meningkatkan pendapatan daerah dan merencanakan pembangunan daerah. Solusi SIG Terpadu terdiri dari perangkat survey lapangan, GIS Software, dashboard dan sistem informasi. Solusi tersebut akan dijabarkan secara detail untuk masing-masing bidang dengan melakukan 4 live demo, yaitu:

  1. Perencanaan Pembangunan

Pada perencanaan pembangunan untuk BAPPEDA, akan dilakukan simulasi SIG Terpadu untuk melihat dan menganalisa data aktualisasi perencanaan pembangunan dan memprediksi kebutuhan jalur transportasi yang sesuai untuk mengoptimalkan rencana pembangunan. Selain itu, dapet juga melihat korelasi dari kondisi infrastruktur, fasilitas sarana dan prasarana umum, dan persebaran penduduk. Analisa spasial data dilakukan menggunakan GIS Software yang kemudian ditampilkan dalam dashboard. Dengan SIG Terpadu, pihak BAPPEDA dapat meningkatkan kinerjanya dalam melakukan analisis dan permodelan untuk keperluan perencanaan pembangunan.

  1. Pajak Reklame

Simulasi solusi SIG Terpadu untuk pajak reklame akan melakukan pengawasan dan pendataan reklame di lapangan secara langsung sehingga kinerja petugas menjadi lebih efektif dan efisien. Simulasi dimulai dari survey lapangan untuk mengumpulkan data reklame seperti dimensi, jenis, masa berlaku pemasangan reklame, dan data lainnya yang dibutuhkan. Data yang diambil dari survey lapangan kemudian dikirim ke dalam database secara real time dan langsung diintegrasikan menggunakan GIS Software. Data tersebut akan ditampilkan dalam dashboard untuk dimanfaatkan lebih lanjut oleh pihak yang berkaitan dengan pajak reklame, seperti memberikan peringatan kepada reklame yang akan habis masa berlakunya, melakukan perencanaan kawasan zona reklame, dan sebagainya.

  1. Pajak Bumi dan Bangunan

Untuk pajak bumi dan bangunan, simulasi SIG Terpadu akan melakukan pengambilan data bidang tanah dan bangunan diantaranya berupa luas bidang tanah/bangunan, jenis tanah/bangunan, kelas tanah/banunan, dan lainnya menggunakan alat survey. Data yang diambil dari survey lapangan kemudian dikirim ke dalam database secara real time dan langsung diintegrasikan menggunakan GIS Software. Dalam GIS Software, dapat dilakukan analisa terkait pembedaan objek pajak, pembuatan zona nilai tanah, dan lain sebagainya. Data tersebut akan ditampilkan dalam dashboard untuk dimanfaatkan lebih lanjut oleh pihak yang berkaitan dengan pajak bumi dan bangunan.

  1. Pengelolaan SDA

Simulasi Pengelolaan SDA akan memaparkan cara mengoptimalkan dan mengelola sumber daya alam, terutama tambang non logam dan batuan, menggunakan solusi SIG Terpadu. Terlebih dahulu dilakukan survey lapangan untuk mengumpulkan data lapangan, seperti luasan wilayah tambang. Dengan penggunaan GIS Software, data tersebut dapat diolah dan ditampilkan dalam dashboard untuk dimanfaatkan lebih lanjut. Dashboard menyediakan informasi untuk memvisualisasikan data hasil pengolahan GIS Software.

  1. Pajak Bumi dan Bangunan

Untuk pajak bumi dan bangunan, simulasi SIG Terpadu akan melakukan pengambilan data bidang tanah dan bangunan diantaranya berupa luas bidang tanah/bangunan, jenis tanah/bangunan, kelas tanah/banunan, dan lainnya menggunakan alat survey. Data yang diambil dari survey lapangan kemudian dikirim ke dalam database secara real time dan langsung diintegrasikan menggunakan GIS Software. Dalam GIS Software, dapat dilakukan analisa terkait pembedaan objek pajak, pembuatan zona nilai tanah, dan lain sebagainya. Data tersebut akan ditampilkan dalam dashboard untuk dimanfaatkan lebih lanjut oleh pihak yang berkaitan dengan pajak bumi dan bangunan.

  1. Pengelolaan SDA

Simulasi Pengelolaan SDA akan memaparkan cara mengoptimalkan dan mengelola sumber daya alam, terutama tambang non logam dan batuan, menggunakan solusi SIG Terpadu. Terlebih dahulu dilakukan survey lapangan untuk mengumpulkan data lapangan, seperti luasan wilayah tambang. Dengan penggunaan GIS Software, data tersebut dapat diolah dan ditampilkan dalam dashboard untuk dimanfaatkan lebih lanjut. Dashboard menyediakan informasi untuk memvisualisasikan data hasil pengolahan GIS Software.

seminar4